Waspada! WFH Jangka Panjang Dapat Menyebabkan Cabin Fever.

  



Suntuk saat bekerja dirumah? hati-hati kamu bisa terkena Cabin Fever. Dalam hal ini Pandemi COVID-19 yang memaksa kita untuk terus di rumah menjadi salah satu faktor munculnya Cavin Fever.
 
Memang, apa itu cabin fever? Mengapa hal ini bisa terjadi?


Pengertian Cabin Fever

Cabin fever merupakan perasaan-perasaan yang muncul akibat terlalu lama berada di suatu tempat terisolasi, karena hal-hal tertentu.

Karena berada di rumah terlalu lama, seseorang dapat mengalami perasaan-perasaan negatif seperti gelisah, sedih, hingga bosan.

Istilah ini sebelumnya dikaitkan dengan orang-orang yang terkurung di rumah akibat musim dingin membatasi aktivitas di luar rumah. merasa terputus dari “dunia luar” juga bisa menyebabkan munculnya cabin fever.


Tanda-Tanda Mengalami Cabin Fever

1. Pola tidur tak teratur

Salah satu tanda kamu mengalami cabin fever adalah pola tidur semakin tidak teratur. Kamu akan semakin sulit untuk tidur di malam hari, dan semakin sulit untuk bangun di pagi hari.

Bahkan, kamu bisa tertidur di tengah hari karena merasa lelah. 

Jika kamu mengalami hal-hal seperti ini, mungkin kamu sedang mengalami cabin fever.

2. Sulit fokus

Pandemi COVID-19 berdampak pada segala hal, dari tata kehidupan, hingga mata pencarian. Berbagai berita yang muncul di media pun sebagian besar adalah berita buruk yang semakin berdampak pada kesehatanmu. 

Kamu pun juga dituntut untuk dapat bekerja dengan baik. Hal ini tentu menjadi beban pikiran tersendiri untuk seseorang sehingga tak heran jika mereka menjadi sulit fokus.

Mereka akan selalu terbebani dengan pikiran yang muncul akibat pemberitaan tersebut. 

3. Sering lupa

Tanda lain yang muncul jika kamu mengalami cabin fever adalah sering lupa. Pasalnya,  kecemasan dapat memengaruhi memori. Hal ini dikarenakan diproduksinya hormon stres yang mengakibatnya sulit mengingat hal-hal tertentu.

Kemudian, berhubungan dengan poin sebelumnya yaitu sulit fokus, ini juga membuatmu jadi lupa akan sesuatu. Pikiranmu menjadi terdistraksi dan sulit mengingat suatu peristiwa, perkataan, dan sebagainya.

4. Emosional

Tanda lainnya yang juga kamu rasakan adalah kamu menjadi lebih emosional. Karena minimnya interaksi, kamu jadi memiliki ekspektasi lebih terhadap sesuatu. Hal inilah yang membuatmu dapat menjadi lebih emosional bahkan mudah tersinggung.


Bagaimana cara mengatasinya?

1. Ke luar rumah

Cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk menanggulangi cabin fever adalah dengan ‘ke luar’ rumah. Memang, pandemi menuntut kita untuk tetap di rumah agar penyebarannya dapat berkurang.

Maksud dari ke luar rumah di sini bukanlah untuk liburan ke objek wisata atau sejenisnya, namun kamu bisa dengan bersantai di teras rumah, bermain di kebun, dan sebagainya.

Bahkan, merawat tanaman juga termasuk salah satu yang disarankan agar kamu bisa merasakan interaksi dengan ‘dunia luar’. 

2. Miliki rutinitas

Selanjutnya, kamu dapat menjalankan suatu rutinitas baru yang selama ini belum sempat kamu lakukan.

Dengan berada di rumah, maka waktu yang biasanya kamu habiskan untuk perjalanan ke kantor dan pulang dapat kamu manfaatkan.

Misalnya, setelah bangun pagi kamu dapat berolahraga sejenak, menulis diari atau jurnal, dan sebagainya. 

3. Jaga hubungan sosial

Manusia adalah makhluk sosial, agar tidak merasakan jenuh dan cemas kala di rumah saja, maka kamu perlu untuk menjaga hubungan sosial.

Jika biasanya kamu dapat bertemu dengan teman di suatu tempat, kali ini kamu dapat melakukannya secara virtual.

Tak ada salahnya bertelepon atau video call dengan teman lama di luar jam kantor agar interaksi sosial tetap terjaga.

4. Nikmati ‘me time’

Selanjutnya, yang dapat kamu lakukan adalah dengan menikmati ‘me time’. Bisa di bilang me time ini adalah waktu untuk memberikan dirimu kebebasan dari apapun.

Kamu bisa mematikan notifikasi handphone, dan mulai membaca buku, atau menjalankan hobi lainnya.

Hal ini dapat membuat perasaan negatif yang kamu rasakan menjadi sedikit terkurangi.


Semoga Bermanfaat ^-^

Komentar